INTEGRASI TEKNOLOGI KEUANGAN DENGAN PLATFORM PERTANIAN DIGITAL: SUATU LANGKAH STRATEGIS MENUJU IMPLEMENTASI PERTANIAN 4.0
Keywords:
Pertanian 4.0, fintech, platform pertanian digital, inklusi keuangan, transformasi digital, IndonesiaAbstract
Transformasi sektor pertanian menuju era Pertanian 4.0 menuntut adopsi teknologi digital secara menyeluruh dalam seluruh rantai nilai pertanian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi ini adalah keterbatasan akses petani terhadap layanan keuangan. Penelitian ini mengkaji bagaimana integrasi antara teknologi keuangan (fintech) dan platform pertanian digital dapat menjadi strategi kunci dalam mewujudkan pertanian cerdas di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis kondisi adopsi digital di sektor pertanian, jenis-jenis layanan fintech yang relevan, serta merancang model integrasi fintech-agritech yang adaptif terhadap konteks lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini tidak hanya dapat memperluas akses pembiayaan bagi petani kecil, tetapi juga memperkuat ekosistem pertanian digital secara menyeluruh. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoretis baru yang menghubungkan dua domain teknologi yang sebelumnya berjalan terpisah, serta memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri. Hasil dari penelitian ini berupa data empiris menunjukkan bahwa inisiatif seperti TaniFund dan Crowde mampu meningkatkan akses pembiayaan dan efisiensi distribusi hasil tani. Untuk mempercepat adopsi, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan komunitas petani. Kebijakan afirmatif, pelatihan literasi digital, serta investasi infrastruktur menjadi kunci untuk mendukung ekosistem agrifintech yang inklusif




