HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI

Authors

  • Nuris Kushayati Program Studi Keperawatan, Akademi Keperawatan Dian Husada Mojokerto
  • Heti Aprilin Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto
  • Fitri Wahyu Lestari Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.56586/ec.v4i1.98

Keywords:

Aktivitas Fisik, Intensitas Nyeri Dismenore, Remaja Putri

Abstract

Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang prevalen pada remaja putri dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk konsentrasi belajar. Aktivitas fisik diduga memiliki peran protektif dalam mengurangi intensitas nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 55 remaja putri di Desa Wonorejo, Kabupaten Mojokerto, dengan sampel berjumlah 48 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen, yaitu aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan variabel dependen, intensitas nyeri dismenore, dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman's rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik aktivitas fisik didominasi oleh kategori ringan (50%), sedangkan intensitas nyeri dismenore paling banyak pada kategori sedang (75%). Analisis tabulasi silang mengungkap pola bahwa kelompok aktivitas fisik berat memiliki proporsi tertinggi untuk nyeri ringan (55,6%), sementara nyeri berat tidak ditemukan pada kelompok tersebut. Hasil uji Spearman's rank menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan moderat antara kedua variabel (nilai p = 0,01; koefisien korelasi r = -0,453). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, intensitas nyeri dismenore cenderung semakin rendah. Kesimpulannya, terdapat hubungan negatif yang bermakna antara aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Oleh karena itu, promosi aktivitas fisik yang teratur direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam manajemen dismenore untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sehari-hari remaja putri

Downloads

Published

2026-02-11

How to Cite

Kushayati, N., Aprilin, H., & Lestari, F. W. (2026). HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI. Enfermeria Ciencia, 4(1), 01–17. https://doi.org/10.56586/ec.v4i1.98